(Baru dapet email ini dr temen,Aries Hermawan)
Cerita disini mirip bgt sama vcd nya arwen,keluaran dr sanrio
Cerita disini mirip bgt sama vcd nya arwen,keluaran dr sanrio
Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa
menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum.
"Nyak nyak minyaaak..." ,teriaknya.
Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh
dengan botol minyaktergelincir ke Sungai Citarum.
Plung ... lap ... tenggelam deh ceritanya....
Huuu ... huuu ... menangislah dia ...
"Harus kuberi makan apa istriku nanti ... huuu....
" Tiba-tiba ... seorang Malaikat yang baik hati muncul &
bertanya:
"Hai,BAJURI ... kenapa gerangankah sehingga engkau
menangis begitu ?"
Ternyata ... namanya BAJURI ... tahu juga ya itu Malaikat
"Oh,Malaikat ... gerobak minyak goreng saya tergelincir
ke sungai...."
"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu...."
Tiba-tiba Malaikat itu menghilang & muncul lagi dengan sebuah
kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan ...
"Inikah punyamu?"tanya Malaikat....
"Bukan ... gerobakku tidak sebagus itu ...
mana mungkin penghasilan saya yang 20 juta sebulan bisa beli
kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang
cuma sedikit"
Malaikat itu pun menghilang lagi & muncul dengan sebuah kereta
perak dengan botol dari perunggu. "Inikah punyamu?"
"Bukan, hai Malaikat yang baik ... Punyaku cuma dari besi biasa ...
botolnya juga botol biasa ...." Lalu Malaikat itu pergi lagi ...
& kali ini kembali dengan gerobak & botol Si BAJURI.
"Inikah punyamu?"
"benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah
mengambilkannya untukku".
Malaikat berkata", Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu
sebagai hadiah ... aku berikan semua kereta & botol tadi untukmu...."
"???????? ... terima kasih ya Tuhan ... terima kasih ya Malaikat...."
Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama.
Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari ...
Perahu karetnya terbalik & istrinya hanyut...
"Huuu ... huuu ... istriku ... di mana engkau ....", isaknya....
Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi ... "Kenapa lagi engkau,ya BAJURI?"
"Istri saya hanyut & tenggelam di sungai, hai Malaikat ..."
"Ohhh ... tenang ... aku ambilkan...."
Plash ... Malaikat itu menghilang & tiba-tiba muncul kembali sambil
membawa Nafa Urbach .. yang ada tato mawar di perutnya .. "Inikah
istrimu?" tanya Malaikat....
"Betul, Malaikat ... dialah istriku...."
"Haaaaaa ... BAJURI!!!" Malaikat membentak marah.
"Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"
Sambil bergetar & berjongkok ... BAJURI berkata :
"Ya, Malaikat ... kalau aku jujur ... nanti engkau menghilang lagi &
membawa Bella Saphira ... kalau kubilang lagi bukan ,
maka engkau akan menghilang lagi & membawa lagi istriku yang sebenarnya
Lalu ... engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali ...
& engkau akan memberikan ketiga-tiganya kepadaku...
Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya
... apalagi tiga-tiganya???" Malaikat pun termangu & bengong....
"Benar juga kamu ... kamu realistis ..."
menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum.
"Nyak nyak minyaaak..." ,teriaknya.
Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh
dengan botol minyaktergelincir ke Sungai Citarum.
Plung ... lap ... tenggelam deh ceritanya....
Huuu ... huuu ... menangislah dia ...
"Harus kuberi makan apa istriku nanti ... huuu....
" Tiba-tiba ... seorang Malaikat yang baik hati muncul &
bertanya:
"Hai,BAJURI ... kenapa gerangankah sehingga engkau
menangis begitu ?"
Ternyata ... namanya BAJURI ... tahu juga ya itu Malaikat
"Oh,Malaikat ... gerobak minyak goreng saya tergelincir
ke sungai...."
"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu...."
Tiba-tiba Malaikat itu menghilang & muncul lagi dengan sebuah
kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan ...
"Inikah punyamu?"tanya Malaikat....
"Bukan ... gerobakku tidak sebagus itu ...
mana mungkin penghasilan saya yang 20 juta sebulan bisa beli
kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang
cuma sedikit"
Malaikat itu pun menghilang lagi & muncul dengan sebuah kereta
perak dengan botol dari perunggu. "Inikah punyamu?"
"Bukan, hai Malaikat yang baik ... Punyaku cuma dari besi biasa ...
botolnya juga botol biasa ...." Lalu Malaikat itu pergi lagi ...
& kali ini kembali dengan gerobak & botol Si BAJURI.
"Inikah punyamu?"
"benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah
mengambilkannya untukku".
Malaikat berkata", Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu
sebagai hadiah ... aku berikan semua kereta & botol tadi untukmu...."
"???????? ... terima kasih ya Tuhan ... terima kasih ya Malaikat...."
Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama.
Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari ...
Perahu karetnya terbalik & istrinya hanyut...
"Huuu ... huuu ... istriku ... di mana engkau ....", isaknya....
Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi ... "Kenapa lagi engkau,ya BAJURI?"
"Istri saya hanyut & tenggelam di sungai, hai Malaikat ..."
"Ohhh ... tenang ... aku ambilkan...."
Plash ... Malaikat itu menghilang & tiba-tiba muncul kembali sambil
membawa Nafa Urbach .. yang ada tato mawar di perutnya .. "Inikah
istrimu?" tanya Malaikat....
"Betul, Malaikat ... dialah istriku...."
"Haaaaaa ... BAJURI!!!" Malaikat membentak marah.
"Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"
Sambil bergetar & berjongkok ... BAJURI berkata :
"Ya, Malaikat ... kalau aku jujur ... nanti engkau menghilang lagi &
membawa Bella Saphira ... kalau kubilang lagi bukan ,
maka engkau akan menghilang lagi & membawa lagi istriku yang sebenarnya
Lalu ... engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali ...
& engkau akan memberikan ketiga-tiganya kepadaku...
Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya
... apalagi tiga-tiganya???" Malaikat pun termangu & bengong....
"Benar juga kamu ... kamu realistis ..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar